Rabu, 07 Mei 2014

Mameh's Story on Hijab Day 2014

Yeay, alhamdulillah, kesampaian juga niat tahun lalu pengen dateng lagi ke acara Hijab Day. Proyek tahunan Hijabers Community Jakarta (HC Jakarta) ini tepatnya digelar pada hari Minggu 27 April 2014 dengan lokasi masih sama dengan tahun sebelumnya di Skeeno Hall lantai 5 Gandaria City. Saya excited banget, kebayang ramai dan seru Hijab Day 2014 ini sekalian kepo-in tren fashion hijab 2014. Pasti semakin kreatif dan bagus deh desain baju, kerudung, rok, dan pernak-pernik hijab lainnya.  Oia, kebetulan ada fotografer favorit saya Diera Bachir jadi pengisi acara di Photography 101 Hijab Day.  Selama ini lewat akun instagramnya @dierabachir saya dibuat terpesona sama hasil karya beliau yang manis nan lembut.. Jadi ingin berguru langsung sama beliau.. Fufufu :3 

Pic Source
 www.hijaberscommunityjakarta.blogspot.com


Saya sampai Gandaria City jam 11 siang, langsung ngantri beli tiket masuk Hijab Day.  Ternyata saat itu di lokasi acara sudah ramai pengunjung yang ikut pengajian akbar oleh Ustadz Riza Muhammad dan Allysa Soebandono.  Nampaknya baru saja selesai, terlihat dari banyaknya pengunjung berseliweran di area pintu masuk.  Lalu ada kumpulan hijabers sedang berkerumun dan berdesak-desakan di area HC Lounge nah begitu saya intip ternyata lagi asyik fotoin si cantik Allysa Soebandono. Wuih, subhanallah auranya adem bener liat sekilas istri Dude Harlino ini setelah berhijab.  Pasangan Dude-Allysa sepertinya bakal jadi idola baru keluarga Indonesia nih.  Aamiinn...  

Anyway, target saya di Hijab Day yaitu ikut mini talkshow Diera Bachir jam 13.30 so saya buru-buru ajak Bebeh dan Sera makan siang di food court. Setelah beres makan siang dan sholat, saya bujuk Sera main sama Bebeh supaya saya bisa segera masuk ke dalam ruangan. Syukurlah, Bebeh si ayah baik hati dan selalu mau bagi tugas ngasuh Sera kapan pun dimana pun ini ngajak main ke Amazone Gandaria City. Oia, ngga seperti tahun lalu main di Lollipop tahun ini harganya naik drastis. Sebagai emak cerdas nan kreatif dan hemat, (hoeek..) saya lebih baik beliin Sera buku. Hehehe..

Back to Hijab Day, tahun lalu saya ketinggalan acara talkshow utama dengan bintang tamu sang motivartist Marshanda dan Dewi Sandra.  Ceritanya bisa kamu baca di Mameh's Story on Hijab Day 2013.  Syukurlah tahun ini sempat ikutan talkshow 'Rejuvenate Your Spirit" bersama Lulu Elhasbu dan Zaskia Sungkar.  Mereka berbagi tips bagaimana merawat rambut selama pemakaian hijab juga tips dan trik memakai hijab seputar bentuk wajah. Ngga kalah seru dari talkshow ini yaitu buat 5 orang yang bertanya dalam sesi diskusi dapat hadiah bingkisan dari Sunsilk loh. 

Ada kejadian cukup ngenes pada saat itu, ceritanya kan saya mau ikutan talkshow Photography 101 oleh Diera Bachir dan Bani Amir, sambil nunggu acara mulai saya masuk ke acara Talkshow Lulu Elhasbu dan Zaskia Sungkar tadi.  Niatnya mau sebentar ngintip aja, eh, malah keasyikan disana. Pas saya balik ke HC Lounge terus tanya Mbak Syifa ternyata udahan talkshownya! Aah... Gigit jari deh. Langsung lemes, melipir di pojokan, lesu lunglai tak berdaya... 

Yaaah, sudah terlanjur, mau gimana lagi, akhirnya saya foto-foto aja seputar Hijab Day. Saya capture mulai dekorasinya, pengunjungnya, panitianya, bazaar plus tenantnya, dan hal unik yang saya temukan selama mondar mandir di Hijab Day 2014. Sedihnya ngga usah kelamaan, rugi banget di Hijab Day masih banyak hal seru.  Coba intip deh hasil jepretan saya, siapa tahu kamu ada disana. 

Kemunculan perdana Hijab Day 2013 tepatnya tahun lalu, animo hijabers sudah cukup banyak dilihat dari dalam area talkshow yang saya masuki saja sudah penuh.  Bahkan, sampai selesai acara yaitu jam 10 malam masih ramai.  Firasat saya, tahun ini bakalan semakin membludak dan benar aja, ternyata memang buanyak sekali baik itu di dalam maupun di luar ruangan.  Pengunjung didominasi kaum hawa, mahasiswa, ibu-ibu muda sepaket dengan suami dan anak-anaknya.  I think that was quite crowded. Fiuh.

Ada apa aja di Hijab Day 2014?

Isi acara
Acaranya diadakan secara bersamaan di dua lokasi berbeda, di dalam gedung ada inspiring talkshow sementara di luar terdapat HC Lounge berisi 6 mini talkshow.  
Ini jadwalnya.


Pic Source
 www.hijaberscommunityjakarta.blogspot.com
                       
Pengisi acara
Banyak, ada Allysa Soebandono, Ustadz Riza Muhammad, Lulu Elhasbu, Zaskia Sungkar, Fatima Voice, Diera Bachir, Bani Amir, Inneke Koesherawati, Ninit Yunita, Baby Hijaber, dll. Semuanya rata-rata masih muda, inspiratif, dan juga aktif di media sosial. 

Peserta Bazaar
Tenant sponsor yang berukuran cukup besar berada di depan pintu masuk yaitu Wardah, Sunsilk, Zalora, sementara di luar area ada Nova, Majalah Scarf dan Hijab Community Jakarta. Sementara di bagian bazaar terdapat butik-butik yang sudah ngga asing lagi buat para hijabers yaitu Jenahara, Gda by Ghaida, Kaffah by Siti Juwariyah, ViviZubedi, dan masih banyak lagi lainnya. 

Tema dekorasi acara
Nuansa perhelatan Hijab Day 2014 ini yaitu perpaduan antara Shabby Chic dan Vintage dihiasi dengan bunga kertas warna warni pastel. Ngga diragukan lagi deh, dekorasinya top abis. So girly so sweet

Tema acara
Tahun 2014 ini bertemakan Happiness Project.  Kalau dalam pandangan saya Happiness Project ialah bagaimana kita menjadi lebih bahagia, diawali dengan mensyukuri apa yang telah kita miliki kepada Allah SWT kemudian membagi kebahagiaan dengan orang di sekitar kita dari hal sekecil apapun.  Temanya menurut saya bagus, sangat pas dan termasuk hal paling mendasar dimiliki oleh setiap muslim untuk menjadi pribadi lebih berkualitas.

HIjab Day 2014 in My Eyes
Event ini khusus dibuat untuk para hijabers, tapi ngga menutup para pengunjung yang belum berhijab buat dateng. Cukup banyak saya lihat pengunjung yang belum berhijab hilir mudik disekitar area Hijab Day. Ini artinya, panitia berhasil menarik minat pengunjung ke khalayak lebih luas. Mudah-mudahan pulang dari acara ini semakin banyak yang terinspirasi dan memutuskan memakai hijab.
Selain itu, saya lihat tidak sedikit hijabers datang bareng keluarga atau teman-temannya.  Diantara mereka ada yang berhenti untuk sekedar saling sapa, lalu menyanyakan kabar.  Pada intinya ajang ini adalah silaturahim para hijabers sekaligus bisa jadi ajang reuni keluarga, panitia, dan siapa saja.
Buat saya, ngga rugi dateng ke acara Hijab Day ini, dengan bayar 35.000 udah dapet majalah Laiqa gratis, silaturahim, ikutan beragam talkshow-nya yang insyaAllah bermanfaat, gampang dipraktekkan, dan nambah wawasan tidak hanya seputar islam tapi materi lain seperti fotografi, parenting, dan tips berhijab. 
Apalagi para penggiat di bidang fashion terutama para owner dan desainer tentu ajang ini bergengsi banget untuk menancapkan brand hijab mereka.  Sementara itu, buat para fashionista dan miss jinjing ngga bakal melewatkan belanja produk cantik dan berkualitas, ditambah dapet diskon sampai 50 persen keatas.  
Ssst, bagi pehobi narsis bin selfie bisa banget foto-foto sama pengisi acara, artis, dan para owner butik-butiknya yang cantik juga inspiratif.   
Sedikit masukan dari saya yang perlu diperbaiki mungkin tahun berikutnya bisa dipilih tempat yang lebih luas, melihat kondisi saat itu hijabers datang membawa suami, orangtua, anak-anak dan bayi. Menurut saya, mereka perlu dibuat nyaman.  Spot untuk duduk dan istirahat diperbanyak, ruangan menyusui dalam ruangan, atau arena bermain anak berukuran mini.  Jadi, keseluruhan acara ini ngga 'egois' hanya untuk hijabers aja, tapi ramah anak, suami, ibu, bapak, mertua juga. Tambah keren pasti acaranya.
Sukses terus dan semoga berkah ya acara Hijab Day nya Hijabers Community Jakarta. Terutama bu ketuanya Mbak Syifa, walaupun belum kenal tapi saya haturkan selamat atas suksesnya acara ini.  

Tips dateng ke acara Hijab Day ala Mameh Ghina

  • Persiapkan diri kamu, fisik dan psikis kalau mau ikutan full day acara ini karena bisa cukup menguras energimu.  Terutama buat yang bawa anak dan keluarga, pastikan kondisi mereka dalam keadaan fit.
  • Pakai baju yang nyaman, dan seru juga kalau pakai tema semacam army, vintage, colorful, dll. Karena ini acaranya fashion jadi sah-sah aja kamu berkreasi dengan gaya hijabmu.
  • Siapkan P3k alias pertolongan pertama untuk kelaparan. Hehe.  Sebetulnya kalau mau makan berat ada food court dan area kuliner persis setelah eskalator kebawah atau di lantai 4. Tapi supaya lebih mudah sebaiknya bawa bekal makanan ringan atau minuman yang cukup di tas.
  • Banyak diskon buat pemburu fashion hijab, so pastikan apa saja kebutuhan kamu. Produk-produk fashion dan aksesoris yang dijual di Hijab Day bikin ngiler apalagi hampir semua memberikan diskon menggiurkan.  Mulai produk make up, baju, sepatu, shawl, dan lainnya.  Hati-hati kebablasan belanjanya ya, beli yang butuh, hindari hijabers yang kormod alias korban mode nan konsumtif atau siapkan dana khusus belanja di Hijab Day setahun sebelumnya.  
  • Baca baik-baik schedule acara, kalau ada diskusi atau materi yang dituju biar ngga kaya saya, ketinggalan acara yang paling ditunggu-tunggu. Hiks.. hiks..
  • Awasi sekitarmu, siapkan kamera atau smartphone, karena siapa tahu ada idola di depan matamu dan jangan sungkan berfoto ria. Lumayan buat nambah seru instagram dan media sosial lainnya.  Hehe.
  • Kalau ikut acara ini seharian, jangan kaget pas bayar parkir ya, karena sejamnya parkir mobil di Gandaria City sebesar 4 ribu rupiah. Tinggal dikalikan saja  dengan lamanya kamu disana.  
  • Oia siap-siap senyum ya karena siapa tahu kamu ada di Blog Mameh Ghina.
Sekian review Hijab Day 2014, saya hanya ikut sampai jam 15.00 sore karena Sera udah mulai ngantuk.  Jadi acara fashion show, dan talkshow lainnya tidak saya ulas.  Mohon dimaafkan kalau ada kata yang kurang berkenan ya dan kepada pengunjung HIjab Day yang diambil gambar secara candid. Hehe. And you know what guys, sebelum pulang saya ketemu sama Diera Bachir dong.. Langsung towel dan minta foto bareng, saya bilang nge-fans sama beliau. Cukup norak memang Mameh Ghina ini, tapi ini yang bikin jadi semangat lagi ketemu sama fotografer idola. Kyaaa... (terus ditimpukin sama pengunjung lain karena kelewat norak..)  
Alhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah SWT atas kenikmatan dan karunia yang telah kita rasakan ini.  Semoga kita jadi pribadi yang semakin bersyukur dan berbahagia Teman-teman... Aamiin.. Sampai ketemu tahun depan!

















































































Sabtu, 21 Desember 2013

IBU, Cinta Tanpa Akhir.

Pertanyaan selama dua puluh enam tahun, tentang 'Apa rasanya jadi seorang Ibu' kini terjawab setelah memiliki seorang putri kecil.  


Jadi ibu merupakan pengalaman ter-Nikmat yang pernah saya rasakan seumur hidup.  Semua lelah dan sakit terbayar lunas saat melihat anak sehat, tumbuh dan berkembang baik, serta bisa jadi anak shalih/shalihah yang mendoakan kedua orangtuanya.

Ibu, sekaligus Ummi bagi si putri kecil selama ini tidak pernah menceritakan kisahnya dalam mengasuh saya selama ini.  Padahal saya ingin sekali tahu seperti apa rasanya jadi seorang ibu pada saat sebelum hamil.  Kini saya bisa rasakan bagaimana rasanya jadi ibu, dan membayangkan betapa luarbiasa sosok ini. 

Mungkin saja beliau tidak bisa bercerita pengalaman jadi seorang ibu dengan kata-kata.  Sebab apapun yang dilakukan Ibu dasarnya adalah cinta kasih yang tulus sepanjang waktu.  Tak mengharapkan imbalan apapun. Yang ada hanya perasaan bahagia selalu menyelimuti batin selama melayani putra-putrinya. Ibu hanya memiliki harapan besar agar anak-anaknya jadi hamba Allah SWT yang shalih.

Bu, walaupun kini kita terpisah jarak dan waktu.  Namun saya yakin dalam setiap langkah, selalu teriring doa restunya supaya saya senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan berkah dari Allah SWT.  

Begitupun doa terbaik untukmu Ibu, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, dipanjangkan usia yang berkah agar kami bisa merasakan kasih sayangmu dan membalas semua kasihmu di dunia, juga diberi kesehatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat nanti.

We love you, Ibu & Ummi...

Selamat hari Ibu bagi Ibu, calon ibu dan wanita di manapun berada..




'Posting ini dibuat dalam rangka menyambut Hari Ibu Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) 22 Desember 2013'


Rabu, 11 Desember 2013

Si cantik kok kedip-kedip?!

Ikut ngeramein status tanggal cantik ah... Jadinya nulis tentang diri sendiri yang pasti termasuk kategori cantik. *hoeek* Hey, okey... It's not a about me but the daughter of me. Deal. 

Seminggu lalu saya sempet shock, karena ngga seperti biasanya Sera punya kebiasaan baru yaitu kedip-kedip mata. Kaya kelilipan, berulang kali dalam waktu berdekatan. Ngga ada tanda mata iritasi atau kemerahan pula. Waduh kenapa ini???

Apa mungkin gara-gara main gadget keseringan ya? Atau baca buku di kamar sambil tiduran? Nonton video di laptop terlalu dekat? Saya penasaran kenapa Sera bisa begini. Khawatir kalau keterusan harus dibawa ke dokter mata. 

Ngga berhenti disitu demi menghapus kegalauan, langsung googling cara menghilangkan mata berkedip-kedip pada anak. Dari beberapa poin saya baca ada banyak penyebab tic (istilah medis untuk gejala ini) diantaranya gangguan pada syaraf mata, kurangnya jumlah air mata (mata kering), dan persoalan psikologis.

Saya curiga Sera alasan ketiga alias psikologis.  Bisa jadi dia mengalami ketidaknyamanan yang menyebabkan timbuk kedipan. Entah itu takut disapih atau takut karena mamehnya galak kali ya? Haduuh, padahal sejauh pengasuhan dengan cinta saya ini Sera tampak seneng-seneng aja ngga tanda gelisah, khawatir, takut dan tanda mengarah tidak nyaman. 

Ini dia biang keladinya. 
Perasaan galau dan khawatir ini terus menghantui sampai satu waktu Sera bilang, "Mau video kedip-kedip Mameh.." Lalu saya ingat ada satu video Sera usia 11 bulan pas lagi kedip-kedip. Memang sih Sera suka nonton video-video jaman dia bayi di handphone.  Di video yang dimaksud Sera tadi ada tentang neneknya Sera nanya, 'mana cantiknya?' Si putri kecil ini merespon dengan kedip-kedip seperti mata genit. 

Oh Tuhan, gara-gara nonton video itu toh Sera jadi kedip-kedip terus. Artinya kebiasaan ini muncul karena dipelajari bukan sakit apapun. Huwaahh.... Rasanya sedikit lega. Tinggal tugas saya berikutnya gimana cara menormalisasikan lagi seperti sedia kala. 

Caranya simpel aja, tips ala Mameh ialah cukup jauhkan dari sumber penyebabnya yaitu video kedip-kedip. Sebagai gantinya main yang lain dan selalu alihkan setiap kali dia ingat mau nonton. Alhamdulillah seminggu dari situ udah normal lagi.  *sujudsyukur*

Anak dua tahun memang luar biasa ya. Mereka punya otak yang bisa merekam apapun dengan cepat. Ngga salah Daniel Goleman sebut rentang usia dibawah 6 tahun ini 'the golden age' alias masa keemasan anak. 

Terkait kejadian diatas pendapat saya begini, pada usia 2 tahun si anak belajar menghubungkan informasi dan membuat pola pikir mandiri. Mungkin, selama ini cukup banyak yang bilang Sera cantik, lucu, manis, dll. Dan dia mengelola informasi cantik itu dengan  kejadian dulu waktu kecil kalau ditanya mana cantiknya maka dia kedip-kedip. Sementara itu respon positif dari orang si sekitar waktu Sera kedip misalnya tepuk tangan, bilang hore, tertawa, dll yang memperkuat Sera mengulangi lagi dan lagi. Hmm, di pikirannya Sera mungkin gini, aku cantik makanya harus kedip-kedip biar orang seneng sama aku.... 

Semoga para orangtua khususnya saya bisa lebih awas memeperhatikan perkembangan anak-anaknya. Setiap anak cerdas, memang benar. Namun itu semua bergantung pada stimulasi dan pengaruh lingkungan dimana ia berada. Saya jadi makin terpacu manfaatkan masa keemasan ini dengan mengajari banyak hal yang menggali semua aspek kecerdasan anak seperti bahasa, musik, logika, dll. Siapa tahu kalau sudah besar bisa jadi presiden.... Hehe eh, Aamiin!


Rabu, 04 Desember 2013

Random Story #3

"Mpok, bilang ke ibu X mau ngga beli tas saya, merk ABC. Waktu dulu dibeli harganya 50 juta boleh ditawar." 
"Iya Nyah, tapi kenapa dijual sih sayang amet?"
"Saya lagi butuh duit nih."

  Tanpa menunggu lama si Mpok pun pergi ke rumah ibu yang dimaksud.

"Heh Non! Si Ibu ada di rumah kaga'?"
"Oh Ibu teh lagi pergi Mpok. Ada apa ya Mpok tanya-tanya ibu?"
"Itu si Nyonya nawarin tasnya mau kaga' harganye 50 juta aje. Boleh ditawar..."
"Ehm gitu.. iya atuh nanti saya bilang ke si Ibu"

  Beberapa hari kemudian si Nyonya menanyakan perihal tasnya tersebut ke Noni.

"Non, gimana Ibu? Mau ngga tas saya?"
"Oh, Kata si Ibu teh nanti bilang dulu sama Bapaknya"
"Yaudah deh... Saya tunggu ya!"

  Lama tak terdengar kelanjutannya, si Nyonya pun diselimuti rasa penasaran kira-kira si Ibu mau ngga sih sama tas nya. Akhirnya terdengar ketukan di pintu rumah si Nyonya.

"Punteen... Mpok, ada Nyonya?"
"Eeh si Noni! Lama ga keliatan, kemane aje lu! Nyaa, ini ada si Noni!"
"Iya Mpok, saya mah di rumah aja..."

"Eh akhirnya Noni dateng juga, gimana-gimana kata si Ibu?"
"Punten Nyonya, kata si Ibu teh tas kaya gitu mah ibu ngga biasa pakai.."
"Oh, kenapa? kemahalan ya? Tawar berapa aja dech, dicicil juga boleh... Merk ABC loh waktu itu saya beli di Paris..."
"Engg.. eng... engga Nya, kata si Ibu teh ibu biasanya mah pakai yang lebih mahal dari itu...."

  Kemudian si Nyonya dan si Mpok saling berpandangan.

Inspired from true story, keep smile and beautiful... :)

Ala Sinetron.

Saya bukan pecinta sinetron.  Konon katanya menonton sinetron bisa memberikan efek ketagihan mengikuti episode demi episodenya.  Belum lagi adegannya suka berlebihan alias lebay ngga ketulungan. Maka dari itu saya ngga mau jadi korban sinetron mending korban domba aja deh. (Itu qurban, woy!)

Penasaran deh, lika-liku cerita dalam sinetron apa benar terinspirasi dari kejadian nyata atau rekayasa sang sutradara belaka?! Pasalnya, adegan di sinetron hampir selalu mirip antara satu sama lain. Seperti cerita seputar dua insan si kaya dan si miskin, lalu mereka jatuh cinta satu sama lain.  Orangtua si kaya tidak setuju, namun berjuang mendapat restu orangtuanya dengan segala cara. Ada juga kisah sinetron tentang pria mapan yang berselingkuh tanpa diketahui oleh keluarganya.  Adegan berikutnya adalah anggota keluarga memata-matai si pria itu untuk membuktikan perbuatan buruknya.  Cerita lain tentang suami lalim yang kerap kali mabuk-mabukan dan menyiksa istri dan anaknya di rumah.  Si istri sebagai tokoh baik seringkali beradegan berdoa memakai mukena dengan make-up tebal meminta pertolongan kepada Tuhan YME. Lalu cerita sinetron ibu tiri yang hanya ingin mengeruk harta suaminya dan memusuhi anak-anak tirinya.  Dan cerita-cerita 'khas' sinetron lainnya.

Apa benar dalam kehidupan nyata seperti itu?!?
Ternyata cerita seperti itu bukan di negeri antah berantah, melainkan sangat dekat dengan kita sendiri. Reaksi saya kaget awalnya, saat saya dengar dan saksikan kisah-kisah nyaris sama dengan kisah sinetron diatas persis di sekitar saya dan orang-orang yang saya kenal.  Ada yang jadi korban perselingkuhan, dan yang lain berselingkuh diam-diam.  Kekerasan dalam rumah tangga terhadap istri sendiri dan kekerasan terhadap asisten rumah tangga. Anak tidak hormat bahkan berkata yang tidak pantas terhadap orang tuanya.  

Tidak sampai disitu saja, kalau kita nyalakan televisi, berita-berita serupa bermunculan.  Misalnya baru-baru ini terjadi ada seorang artis perempuan yang menabrakkan mobil ke rumah seorang pengusaha sampai rusak mobil dan rumah mewah si pengusaha tersebut.  Artis tersebut menghilang entah kemana, sementara pengakuan mencengangkan adalah si empunya rumah itu malah mengakui telah menabrakkan mobil ke rumahnya sendiri. Weleh.. weleh..

Makin sini, saya perhatikan ternyata banyak kisah-kisah sinetron di sekitar kita.  Atau bahkan dalam kehidupan kita sendiri pun secara tidak disadari memiliki alur cerita layaknya sebuah drama penuh konflik, intrik, dan kisah perjuangan yang mengharu biru. Kalau kata Teh Nicky Astria dalam lagunya, "Dunia ini panggung sandiwara... Ceritanya mudah berubah..." Hey, berarti kita sebetulnya hidup di dunia sinetron?!

Jika memang demikian adanya, seperti dalam kisah sinetron kita tinggal pilih peran, sebagai tokoh jahat (antagonis) atau baik (antagonis)? Atau hanya peran pembantu? Dan seperti apa akhir kisah 'sinetron' yang kita lakoni? Atau dibiarkan seperti air mengalir sampai sang Maha Sutradara menentukan jalan ceritanya?