Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2020

Ide Kegiatan Ramadhan dari Rumah




Halo Happy Readers, 

Tak terasa kehadiran bulan suci Ramadhan tinggal menunggu hari. Tentu bulan ini sangat dirindukan karena kehadirannya membawa berkah, rahmat serta ampunan. Ramadhan di tahun 2020 akan sangat berbeda dari biasanya. Sebab kita masih berada dalam suasana karantina global menghadapi Covid-19. 

Ramadhan yang akan kita hadapi nanti akan punya cerita tersendiri. Paling terasa aktivitas tidak bisa bebas seperti biasanya seperti tarawih ke masjid, tradisi ngabuburit,  buka puasa bersama, berbagi takjil dan lain-lain. Sehingga Ramadhan kali ini kita alami dengan berbagai keterbatasan. Namun semoga kita bisa melalui masa-masa Ramadhan di tengah pandemi dengan lancar. Aamiin Ya Robbal Alamiin...

Buat saya tantangan puasa nanti yaitu menyiapkan aktivitas-aktivitas bertema puasa selama di rumah saja. Mengingat kakak dan adik termasuk anak yang gampang bosan jadi saya putar otak supaya puasa mereka bisa tetap seru. Mau tahu ide apa saja, tetap di postingan ini yaa..


Minggu, 25 Oktober 2015

Review Film Unggulan Celestial Movies: Little Big Master

  Bertempat di Cinemaxx Plaza Semanggi Jakarta, saya berkesempatan hadir acara nonton bareng film Little Big Master pada tanggal 17 Oktober 2015 lalu.  Acara yang digelar kerjasama Celestial Movies dan Agrakom Para Relatika ini mengundang blogger dan media menonton salah satu film unggulan dari Hongkong. 
  Para blogger tidak hanya menonton film yang menghibur, tapi lebih dari sekedar itu. Sepertinya saya merasa beruntung menyaksikan film yang ‘bergizi’ dan inspiratif seperti Little Big Master.  Tema besarnya tentang pendidikan mirip dengan film inspiratif dari negeri sendiri, Laskar Pelangi. 

  Film Little Big Master telah menuai prestasi sebagai film terlaris Box Office Hongkong 2015. Selain itu puluhan ribu penonton banyak yang jatuh cinta setelah menyaksikan film ini. Kira-kira gimana dengan saya ya?

Senin, 07 September 2015

Review Buku: The Enneagram of Parenting


"Satu kesalahan orangtua terbesar adalah 
memandang hanya ada satu cara mengasuh yang benar" 

- Elizabeth Wagele


    Kutipan dari buku Enneagram of Parenting tersebut menarik perhatian saya. Rasanya kalimat tadi bisa menjelaskan mengapa orangtua sering berkonflik dengan anak-anak mereka. Mungkin kita pernah mengalaminya sebagai orangtua punya gaya pengasuhan yang menurut kita 'benar'. Kitalah (orangtua) paling benar, dan anak harus mengikuti apa kata kita. 

    Coba sekarang dibalik, bayangkan jika kita ada di sisi si anak yang dipaksa menuruti keinginan orangtua?  Bisa jadi kita akan keberatan dan menolak, sebab kita pun memiliki 'gaya' sendiri. 


Senin, 10 Agustus 2015

BFC Mini Farm: Main Sambil Belajar Aneka Binatang

Hello Happy Readers,


     Libur akhir pekan kemarin kami main ke BFC Mini Farm, sebuah tempat wisata edukasi dan agrobisnis di Tangerang Selatan. Kalau yang pernah nonton acara tv seperti Laptop si Unyil, Modern Moms, atau tayangan si Komeng Jalan-jalan, banyak yang sudah menayangkan BFC Mini Farm. Wahana edukasi ini cukup terkenal dan banyak diliput media.




Minggu, 26 Juli 2015

Cara Mudah Negosiasi dengan si Kecil

Hello Happy Readers,

     Menghadapi keinginan anak balita, nggak jarang buat  orangtua kewalahan. Setiap keinginan anak harus dipenuhi saat itu juga sementara  ada hal-hal yang nggak bisa dipenuhi orangtua.  Kondisi ini disebabkan balita masih pada tahapan egosentris, dunia berpusat pada dirinya. Konflik pun terjadi, berakhir dengan tangisan sampai tantrum anak.  Di pihak orangtua pun sama, banyak yang akhirnya kesal dan marah-marah pada anak.  

     Seperti kebanyakan orangtua lain, saya pun sering mengalami konflik serupa. Contohnya susah mengerjakan suatu hal seperti mandi, masak, beres-beres, sementara Sera masih kepingin ditemani main. Kalau saya tinggal, bisa nangis-nangis, atau teriak-teriak bilang nggak mau ditinggal.

     Hingga usia 3 tahun, Sera masih nempel kaya perangko. Maunya main ditemenin mamehnya terus. Saya nggak boleh ngapa-ngapain, bahkan Sera sampai nggak membolehkan saya pipis. Lebih parah lagi, nggak boleh sholat. 


Rabu, 24 Juni 2015

Ayo Tangkap Kelinci di Kuntum Farm Field Bogor

Hello, Happy Readers!

     Gimana kabarnya? Semoga semuanya baik, sehat dan selalu semangat jalan-jalan, ya. Masih suasana Ramadan, selamat menjalankan ibadah puasa buat Teman-teman muslim moga puasanya lancar berkah. Aamiin. Akhir pekan Mei lalu, kami sekeluarga jalan-jalan ke Kuntum Farm Field Bogor.  Buat yang belum tahu, di tempat ini bisa lihat aneka satwa, kasih makan, petik sayuran, dan paling seru buat si kecil yaitu tangkap kelinci. Lokasi Kuntum Farm Field di Tajur, kawasan yang biasa dikenal sebagai sentra tas. Kini bertambah area wisata nuansa edukasi yang sayang kalau dilewatkan. 

      Si putri kecil Sera (3,8 tahun) suka banget yang namanya jalan-jalan dan ketemu binatang.  Dalam sebulan terakhir, tepatnya tiga minggu sebelum ke Kuntum kami pergi lihat atraksi Lumba-lumba di Ocean Dream Samudra.  Buat Sera, pengalaman nonton atraksi hewan berkesan dalam di benaknya.  Hampir tiap hari, dia nagih minta balik lagi ke Ocean Dream.  (Tiap hari? yang bener aja Nak?) 

     Usia balita memang sedang masa-masanya bereksplorasi apa saja, misalnya binatang. Terhadap binatang Sera seperti menemukan minat terbesarnya, punya binatang favorit yaitu gajah, kuda, dan lumba-lumba. Saya suka cerita ke Sera tentang binatang dari buku bacaan, juga tontonan macam Animal Planet dan National Geographic.  Satu waktu Sera bercita-cita pengin jadi dokter gajah, lalu berubah lagi jadi dokter kuda eh sekarang berubah lagi ingin jadi dokter lumba-lumba.  Sepertinya dia galau...

     Main ke tempat wisata yang ada binatangnya seru, tapi akan lebih seru kalau anak bisa punya pengalaman interaksi seperti sentuhan, kasih makan, atau lari kejar binatang.  Maka dari itu saya pilih alternatif wisata yang bisa berikan pengalaman seperti tadi dan ajak Sera ke Kuntum Farm Field.

Selasa, 24 Maret 2015

Wow… Ada Kebun Binatang di PVJ Mall Bandung



Nge-mall di Bandung sambil main ke kebun binatang mini bisa banget.  Ceritanya setahun lalu bulan Maret 2014, janjian playdate sama sobat di Paris Van Java.  Beliau cerita di PVJ ada taman di atap alias rooftop dimana kita bisa kasih makan burung, dan binatang-binatang lainnya. Daripada jauh-jauh ke kebun binatang beneran mending coba kesini deh. Makanya pulang ketemuan saya langsung ke TKP. Nah ini cerita lengkapnya setahun kemudian...

Namanya PVJ Garden, terletak di lantai paling atas bagian selatan PVJ. Kita bisa naik eskalator lantai dasar area paling kiri mall di dekat Domino Pizza.  PVJ Garden tempatnya satu area dengan parkir di bagian rooftop, terdiri dari arena taman burung, taman binatang ternak, arena main ice skating dan kafetaria.  Sampai lantai atas, kita masih harus jalan menyusuri lajur khusus pengunjung yang mau ke arah PVJ Garden.  Setelah kurang lebih 50 meter berjalan, kita sampai deh di tujuan.
 
Area terbuka, jalan setapak dihiasi pilar-pilar dari tumpukan batu bata ekspos, lantai kayu, pot-pot gantung dan tanaman rambat di kanan dan kiri menyapa kita.  Bagian atasnya ditutupi kanopi yang disangga bambu-bambu nan manis tertata sedemikian apik.  Suasana asri, hawa teduh dan sejuk langsung terasa, sampai bikin lupa kalau kita sedang ada di atap sebuah mall. 

 

Kamis, 12 Maret 2015

[Review] Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

Melalui buku 'Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak,' Ayah Edy, seorang konselor yang sudah lebih dari 10 tahun membantu orangtua soal pengasuhan anak memberikan pencerahannya. Secara umum buku ini berisi mengenai panduan mengenali bakat anak yang bisa orang tua terapkan secara langsung. Adapun buku ini terdiri dari kasus-kasus nyata klien Ayah Edy yang telah berkonsultasi pada beliau. Sebagian besar anak-anak tersebut berhasil dan sedang menuju kesuksesan setelah menemukan 'harta karun' besarnya.


Berikut ini diantaranya Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak

1. Stimulasi Sebanyak-banyaknya
Sejak dini perkenalkan anak berbagai hal seperti musik, menggambar, tari-tarian, belajar di alam, menonton drama, dan lain sebagainya. Orangtua perlu atur waktu saat liburan maupun hari biasa mengajak anak ke tempat-tempat sarana belajar seperti museum, kebun binatang, perpustakaan, konser musik, Kidzania, dan lain-lain.  Tujuannya adalah mengenalkan beragam aktivitas atau bidang yang bisa memancing minat dan bakat anak.

Perlu waktu bahkan bertahun-tahun sampai bakat anak muncul. Namun pada umumnya mulai 7 tahun sudah bisa kelihatan dan mencapai maksimal usia 14 tahun.



2. Membuat daftar minat dan bakat
Setelah dicari kira-kira apa saja bidang dan aktivitas yang diminati anak kumpulkan  kemudian buatlah daftar dan beri skor.  

Berikut ini contoh diambil dari buku Ayah Edy bentuk aslinya tabel, untuk ditulis dalam blog maka saya ubah jadi seperti di bawah ini.


Misalnya Dinda, bidang diminati (Beri skor 1 - 10):

a. Bernyanyi lagu pop modern / Skor minat: 10 / Skor bakat: ___ /  Skor konsistensi: ___
b. Menari, khususnya tari Betawi / Skor minat: 7 / Skor bakat: ___ / Skor konsistensi: ___
c. Menonton drama musikal / Skor minat: 8 / Skor bakat: ___ / Skor konsistensi: ___
d. Menulis cerita / Skor minat: 9 / Skor bakat: ___ / Skor konsistensi: ___
e. dst

Dari sekian banyak bakat pilihlah tiga yang paling menonjol dan menunjukkan skor minat paling tinggi.  Kemudian setelah itu saatnya bakat dan minat anak diuji.



3. Uji Coba Minat dan Bakat Tersebut
Kini saatnya bakat dan minat anak diuji dengan memasukkannya ke kursus atau les.  Misalnya anak bakat main musik masukkan les piano untuk membuktikan apakah ia konsisten dan tidak bosan untuk mengembangkannya di rumah.  
Jika minatnya besar, dan bakatnya kuat ditambah dia semangat dan tekun berlatih, hal tersebut merupakan tanda telah ditemukan potensi unggulnya.


4.Penajaman Bakat dan Minat
Bakat dan minatnya telah ditemukan, sekarang waktunya penajaman profesi.  Hal ini sangat penting karena dalam profesionalisme dituntut spesialisasi.  Anak akan lebih tinggi nilainya apabila dia seorang spesialisasi bidang tertentu.  
Contoh mudah, orangtua bisa membandingkan dokter umum dengan dokter spesialis. Dokter spesialis jantung dinilai lebih tinggi daripada dokter umum.  Lebih dari itu misalnya dokter spesialis jantung bilik kiri saja.


5. Buat Life Plan
Membuat life plan seperti membuat peta yang akan membimbing anak sampai di tujuannya.  Isi life plan diantaranya tahun berapa ia ingin mencapai cita-citanya? pada usia berapa? seberapa besar pendapatan orang yang berprofesi di bidang itu? harus bersekolah dimana? dengan cara apa mencapainya? dan lain sebagainya.


Pentingnya menemukan bakat anak


Saat orangtua mendapat kesulitan ketika anak menunjukkan perilaku 'bermasalah'.  Seperti malas belajar, mogok sekolah, nilai menurun, di sekolah berbuat masalah, sampai di cap oleh guru sebagai slow learner. Apakah yang sebenarnya terjadi? Benarkah anak kita atau kah kita sedang bermasalah?


Dalam kasus diatas, menurut Ayah Edy anak bermasalah bukanlah dia yang memiliki masalah namun sistem sekolah yang tidak mampu mengoptimalkan bakat anak tersebut. Sekolah di Indonesia pada umumnya hanya mengajarkan akademik dan menuntut siswa mencapai angka tertentu sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan ijazah.  Bahkan demi kelulusan itu orangtua sampai mengikutkan anak berbagai les sehingga membuat anak terus menerus ditekan dan tidak sedikit anak mengalami stress.  (Rasa-rasanya kita orangtua pernah mengalami hal yang sama bukan?)



Kegagalan mengenali bakat bisa berakibat fatal seperti anak jadi malas belajar, tidak bergairah ke sekolah, nilai anjlok, dan lain sebagainya.  Sebab selama ini kegiatan belajar hanya bersifat akademik dan tidak mengasah bakat dan potensinya.  Maka dari itu penting tugas para orangtua menemukan harta karun pada diri anak agar dia tumbuh sesuai dengan bakat dan minatnya.  

Kemudian Ayah Edy menganalogikan bakat bagaikan bibit sebuah pohon.  Bibit pohon apel tidak mungkin menjadi pohon cabai.  Begitupun halnya seorang anak dengan bibit dokter tidak bisa menjadi pohon musisi. Bibit arsitek tidak bisa jadi akuntan, dan lain sebagainya.  Untuk memaksimalkan potensi anak bibit unggul tersebut perlu dikenali dan dikembangkan agar potensinya berkembang maksimal, mencapai sukses yang sesungguhnya.



Arti Kesuksesan

Sukses sebenarnya ialah saat profesi yang dijalani benar-benar diikuti dengan minat (passion) dan bakat tentunya.  Orang yang sukses tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya, mampu menghadapi tantangan, serta menunjukkan perkembangan dalam karirnya. Jika seseorang merasa rutinitas dalam pekerjaan sangat membosankan, ingin cepat jam 5, ingin cepat hari Jumat dan sangat membenci hari Senin bisa jadi dia berada dalam pekerjaan yang salah.  

Bandingkan dengan seseorang yang bergairah dalam bekerja, mampu melakukan peningkatan dalam pekerjaan, menghadapi kendala dalam pekerjaan dengan senang hati. Sebagai contoh dalam buku ini disebutkan Michael Jordan, Schumacher, Tiger Wolf, adalah orang-orang yang mendapatkan kesuksesan sesungguhnya. Mereka menghabiskan ribuan jam mengasah bakat, dan menekuni bidang yang dicintainya.


Menurut saya, buku ini jadi buku wajib bagi para orangtua dapat membantu lebih cepat menemukan potensi unggul anak. Kebanyakan isi buku ini adalah kisah anak-anak yang berhasil menemukan bakat mereka dan sedang belajar mendalami bakatnya tersebut sampai ke luar negeri. Rencananya saya juga ingin menerapkan metode Ayah Edy menggali potensi Sera (3,5 tahun).

Nilai plusnya lagi, buku ini seperti tidak langsung membimbing saya mencari sebenarnya selama ini apa saya sudah menemukan minat dan bakat yang sebenarnya? Sekalian buat mencari 'harta karun' diri sendiri. 

Para orangtua yang bahagia, melalui buku ini kita dipacu untuk semangat menggali potensi terbesar anak-anak. Selamat mencoba...

Rabu, 11 Desember 2013

Si cantik kok kedip-kedip?!

Ikut ngeramein status tanggal cantik ah... Jadinya nulis tentang diri sendiri yang pasti termasuk kategori cantik. *hoeek* Hey, okey... It's not a about me but the daughter of me. Deal. 

Seminggu lalu saya sempet shock, karena ngga seperti biasanya Sera punya kebiasaan baru yaitu kedip-kedip mata. Kaya kelilipan, berulang kali dalam waktu berdekatan. Ngga ada tanda mata iritasi atau kemerahan pula. Waduh kenapa ini???

Apa mungkin gara-gara main gadget keseringan ya? Atau baca buku di kamar sambil tiduran? Nonton video di laptop terlalu dekat? Saya penasaran kenapa Sera bisa begini. Khawatir kalau keterusan harus dibawa ke dokter mata. 

Ngga berhenti disitu demi menghapus kegalauan, langsung googling cara menghilangkan mata berkedip-kedip pada anak. Dari beberapa poin saya baca ada banyak penyebab tic (istilah medis untuk gejala ini) diantaranya gangguan pada syaraf mata, kurangnya jumlah air mata (mata kering), dan persoalan psikologis.

Saya curiga Sera alasan ketiga alias psikologis.  Bisa jadi dia mengalami ketidaknyamanan yang menyebabkan timbuk kedipan. Entah itu takut disapih atau takut karena mamehnya galak kali ya? Haduuh, padahal sejauh pengasuhan dengan cinta saya ini Sera tampak seneng-seneng aja ngga tanda gelisah, khawatir, takut dan tanda mengarah tidak nyaman. 

Ini dia biang keladinya. 
Perasaan galau dan khawatir ini terus menghantui sampai satu waktu Sera bilang, "Mau video kedip-kedip Mameh.." Lalu saya ingat ada satu video Sera usia 11 bulan pas lagi kedip-kedip. Memang sih Sera suka nonton video-video jaman dia bayi di handphone.  Di video yang dimaksud Sera tadi ada tentang neneknya Sera nanya, 'mana cantiknya?' Si putri kecil ini merespon dengan kedip-kedip seperti mata genit. 

Oh Tuhan, gara-gara nonton video itu toh Sera jadi kedip-kedip terus. Artinya kebiasaan ini muncul karena dipelajari bukan sakit apapun. Huwaahh.... Rasanya sedikit lega. Tinggal tugas saya berikutnya gimana cara menormalisasikan lagi seperti sedia kala. 

Caranya simpel aja, tips ala Mameh ialah cukup jauhkan dari sumber penyebabnya yaitu video kedip-kedip. Sebagai gantinya main yang lain dan selalu alihkan setiap kali dia ingat mau nonton. Alhamdulillah seminggu dari situ udah normal lagi.  *sujudsyukur*

Anak dua tahun memang luar biasa ya. Mereka punya otak yang bisa merekam apapun dengan cepat. Ngga salah Daniel Goleman sebut rentang usia dibawah 6 tahun ini 'the golden age' alias masa keemasan anak. 

Terkait kejadian diatas pendapat saya begini, pada usia 2 tahun si anak belajar menghubungkan informasi dan membuat pola pikir mandiri. Mungkin, selama ini cukup banyak yang bilang Sera cantik, lucu, manis, dll. Dan dia mengelola informasi cantik itu dengan  kejadian dulu waktu kecil kalau ditanya mana cantiknya maka dia kedip-kedip. Sementara itu respon positif dari orang si sekitar waktu Sera kedip misalnya tepuk tangan, bilang hore, tertawa, dll yang memperkuat Sera mengulangi lagi dan lagi. Hmm, di pikirannya Sera mungkin gini, aku cantik makanya harus kedip-kedip biar orang seneng sama aku.... 

Semoga para orangtua khususnya saya bisa lebih awas memeperhatikan perkembangan anak-anaknya. Setiap anak cerdas, memang benar. Namun itu semua bergantung pada stimulasi dan pengaruh lingkungan dimana ia berada. Saya jadi makin terpacu manfaatkan masa keemasan ini dengan mengajari banyak hal yang menggali semua aspek kecerdasan anak seperti bahasa, musik, logika, dll. Siapa tahu kalau sudah besar bisa jadi presiden.... Hehe eh, Aamiin!


Senin, 11 November 2013

[Review] Mamomics: Catatan Emak-emak dalam Komik

Bukan Emak-emak super namanya kalau ngga kreatif. Nih, buktinya di sela-sela aktivitas rumahtangga para Emak super nan kreatif ini masih sempet bikin komik. Hebatnya, lagi Emak-emak jago gambar disini membukukan komik yang mereka buat sehingga jadi sesuatu yang baru di dunia per-komik-an nasional dan akan sangat fenomenal! (Si Mameh lebay) 


Sebagai penggemar komik serial cantik sekaligus punya hobi bikin komik juga, saya happy banget dikasih buku ini sama suami. Katanya sih supaya memotivasi gambar lagi. Heuheu. 

Mamomics ini berisikan curhatan pengalaman sehari-hari para Emak, seputar pengasuhan, rumah, dan cerita lucu bersama buah hati mereka semuanya dalam bentuk strip. Sensasi bacanya mirip seperti kita baca komik strip jepang, namun tetap bernuansa Indonesia. 

Tentang cerita di dalam Mamomics berdasarkan pengalaman saya sih bisa bikin ketawa, terharu, cekikikan bahkan sampai nyeletuk, "Ih, gue banget nih!" Maklum karena semua yang ada disini tentang aksi di kancah dunia para Emak. 

Penasaran mau intip dalemnya ngga?! Ini dia cuplikan Mamomics...






Ada 4 Emak dan 1 Emak wannabe yang menceritakan kisahnya di Mamomics. Mereka adalah Ani, Dyndy, Dio, Harlia, dan Lia. Mereka berteman di dunia maya (facebook) dan sesekali curhat dalam bentuk komik. Kemudian komik-komik tersebut dibuat akun khusus supaya lebih mudah dibagikan. Mereka ingin menularkan hobi gambar ini ke Emak lainnya sambil berpesan ngga usah khawatir dengan kualitas gambar. Gitu katanya Mak, menurut bagian akhir Mamomics ini. 

Ada salah satu cerita favorit saya waktu Mak Dio menggambarkan tingkah putra kembarnya Magi dan Aji.  Ada-ada saja kelakuan lucu mereka yang berebutan ingin ini dan itu sementara Mamanya pusing.  Kisah ini semakin seru karena kita bisa lihat ekspresi mereka dalam bentuk gambar yang lucu.

Beneran Mak, Mamomics bisa bikin terhibur diantara rutinitas kita. Lagi jengkel sama anak, kerjaan rumah ga beres-beres, bisnis lesu, masakan gosong, tinggalin itu semua baca ini dulu.  Seolah-olah Mamomics ini mau bilang, "Kita ngga sendirian lho!" So, buruan towel suami Mak, beliin buku ini. 

*bukanpromosilohyaa*
Mameh, with love.

Kamis, 03 Oktober 2013

Mameh vs si Candu Gadget.

Tekad saya sudah bulat menjauhkan Sera dari yang namanya Laptop.  Ngga ada kasihan, atau ngulur waktu lagi deh udah kapok pok pok.  Saya kerepotan sendiri soalnya menghadapi kecanduan Sera nonton video.  Bangun tidur, langsung nagih "Mau Barney Mameeh..." Waduh, gawat nih.  Saya coba mengalihkan perhatian dia dengan ngajak main masak-masakan.  Sayangnya gagal total karena Sera malah nangis kenceng, kenceng, kenceng. Apa boleh buat, akhirnya saya nyerah dan nemenin dia nonton di pagi hari. Adegan yang tidak patut ditiru para Emak dimanapun berada.

Memang sejauh ini tontonan Sera masih termasuk pengetahuan dan pendidikan balita seperti Barney, lagu-lagu anak, dan Baby Einstein.  Saya juga batasi hanya itu yang boleh dilihat.  Untuk menghindari lelet bin lemot karena koneksi internet lambat, saya unduh dulu dari Youtube supaya bisa diulang setiap waktu. 

Ini dia kesalahan terbesar saya.  Akibatnya memang Sera jadi nagih terus minta nonton hampir setiap waktu!  

Walaupun, selama ini saya juga dapet manfaatnya dari hasil tontonan itu. Sera jadi bisa menyebutkan macam-macam bentuk, huruf, angka, dan dikit-dikit bisa nyanyi bahasa Inggris.

Awalnya nonton video ini juga jadi salah satu alternatif ngasih kegiatan main.  Selain main dengan saya di rumah, rasanya ngga ada salahnya juga nonton.  Kalau nonton tv dia ngga betah lama-lama.  Mungkin acaranya juga ngga suka.  Selain itu, saya bisa sambil nyuapin Sera.  Matanya ngeliat ke Laptop, mulutnya Aamm... Wah semenjak itu, Laptop dan Sera ngga bisa terpisahkan.  Duh.

Efek Sera kecanduan.
Begitu Sera sakit, mungkin karena ngga enak badan dia jadi ngga mau makan.  Tapi nonton udah jadi kebiasaan rutin yang ngga bisa lagi dihilangkan.  Malah semakin nangis kalau ngga dikasih nonton.  Sempat saya tolak permintaanya, eh malah nangis kejer, padahal kondisi dia saat itu lagi sakit butuh makan.  Eeh nontonnya jalan terus, makannya engga mau. Alhasil Sera semakin lemas, lemah, dan kurus. 

Masuk rumah sakit deh.

Makanya pas di rumah sakit itu saya bertekad menjauhkan, menghentikan kebiasaan dia nonton.  Sayalah yang paling harus bertanggung jawab atas kecanduan Sera ini.  Makanya begitu sampai rumah, saya minta Bebeh mengkondisikan laptop dan meja supaya disimpan di atas.  Biar ngga kelihatan mata.  Apapun, pokoknya akan saya lakukan supaya dia berhenti kecanduan.  Walaupun saya juga ikut kena imbasnya nih, jadi ngga bisa online. 

Pulang dari rumah sakit begitu sampai rumah, Sera langsung nanya, "Mana Laptop Kk Sera?" 
Dia kemudian merengek minta ke atas.  Oh dasar pintarnya, Sera tahu aja gudang penyimpanan ada di lantai 1.  Kami turuti permintaan Sera setelah memastikan tempat persembunyian laptop ada di tempat aman.  Sesampainya diatas, Sera nangis, merengek, kesel, teriak, marah, karena ngga menemukan benda kesayangannya.  Lalu saya bilang kalau Laptopnya rusak.  Reaksi nangis, nangis, nangis terus.  Kalau sudah begini jurus saya alihkan terus perhatiannya main atau cari makanan manis-manis kesukaan dia di kulkas.

Besoknya, dia nanya lagi, lagi dan lagi.  Saya masih keukeuh bilang rusak dan alihkan ke permainan masak-masakan, salon, apapun lah.  Pokoknya dia harus lepas dari ketergantungan nonton video.  

Sekarang, 5 hari berlalu Sera alhamdulillah sudah lupa sama Laptopnya.  Waktu dia berjam-jam depan laptop sekarang diganti dengan kegiatan lain yang saya arahkan. Masak-masakan, main piano, baca buku, menggambar, siram-siram tanaman, dan masih banyak lagi. Dampak yang paling kerasa sekarang Sera udah banyak ngemil loh. Alhamdulillah, senangnya.


Ups, ketauan deh!

Ah ya, saya nemu artikel bagus dari website Tabloid Nakita tentang anak dan gadget.  Saya temukan ciri anak yang sudah kecanduan diantaranya menghabiskan waktu bermain berjam-jam, mengabaikan kewajiban seperti makan, minum, belajar, dan cuek terhadap teguran atau sapaan orang sekitar. Hal ini sama seperti kasus Sera ngga mau makan dan inget terus mau nonton.

Namun dalam artikel ini tidak mempermasalahkan anak main gadget.  Menurut psikolog Jovita Maria Ferliana, M.Psi, gadget diberikan sebagai alternatif sarana pembelajaran berbeda. Beliau juga menuturkan pentingnya orangtua memilih jenis gadget sesuai dengan usia anak dan menetapkan batasan waktu bermain.  Untuk artikel lengkapnya sila baca disini.

Oke deh, bagi para Emak yang mengalami kasus seperti saya semoga bisa melepaskan kecanduan gadget anaknya ya.  Eh eh eh, tangan saya ditarik tarik Sera nih.  Main mewarnai dulu katanya. Hihihi.