Tampilkan postingan dengan label House & Living. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label House & Living. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2015

My Lime Green Kitchen

   
   Dapur kerajaannya para Emak-emak setuju kan?! Sudah pasti kita mendambakan dapur yang indah dan bisa menunjang semua kegiatan menjamu makan anggota keluarga.  Saya juga begitu. Walaupun belum jago masak, pengen sekali punya dapur indah di rumah.

   Ini update posting dua tahun lalu yang penuh dengan drama rempong si mameh jadi mandor.  Mudah-mudahan berguna buat yang mau mempercantik dapurnya.  Sejarahnya kira-kira begini, awalnya saya cuma pengen nutupin bagian bawah meja dapur yang bolong.  Tabung gas, perabotan piring, panci, tempat bumbu dapur, keresek, dus blender dan juicer semua teronggok disana. Saya terganggu banget kalau liat pemandangan daerah bawah situ.  Rumah kami punya konsep 'blang blong' alias dari depan bisa langsung blong nembus ke bagian belakang.  Ngga pakai partisi sama sekali jadi dari ruang tamu keliatan jelas perabotan dapur yang tumpuk menumpuk.  Begini nih penampakannya.

Tuh.. keliatan deh daleman dapur Mameh Sera. Ayo sebutkan apa sajakah itu???

Kamis, 18 Juli 2013

Cerita si Renovasi

Gatel rasanya jari-jari ini gara-gara sebulan ga nulis di blog. Begitu juga dengan isi otak udah ngebul, bahan ceritaan sudah berjejalan di sisi otak bagian kanan, kiri, tengah, depan dan belakang.  Supaya ngga nge-hang, kudu buru-buru menumpah-ruahkannya nih (bahasa oh bahasa).

Absen buka blog kemarin-kemarin soalnya saya dapet peran baru jadi seorang mandor renovasi dapur.  Ini kali pertama bersinggungan sama area 'kasar' macam tukang, material bahan bangunan, milih desain dapur yang diinginkan, mencocokkan harga dengan budget, dan lain-lain disamping ngurus tugas sehari-hari sebagai IRT sejati. Semua itu harus saya tangani sendiri di rumah sebab sang suami bekerja ditambah ngga ada asisten rumah tangga.

Tiap hari selama renovasi ada agenda baru membuatkan minuman tukang, menyiapkan cemilannya, mengecek pekerjaan tukang, browsing harga bahan bangunan di internet, sementara rumah bagai kapal pecah bertabur debu cucian menggunung.  Ah ya, apakabar Sera pas rutinitas tadi??? Tetap menempel cantik pada si Mameh sampai kesulitan bergerak dan nangis-nangis kalau pisah walau sebentar. Alhasil cara buat Sera anteng dengan mengunci diri di kamar sambil buka laptop nonton kartun via Youtube. Komplit sudah.  Makanya selama proses renovasi itu, saya berhasil dibuat tegang, bingung, galau, cape', sensitif, ga sabar, bahkan ada adegan saya curhat ke suami diakhiri adu pendapat sampai berlinang air mata.  Hmm, lebaynya si Mameh.

Penyebabnya kurang lebih gini, ketidak-siapan saya berhadapan sama hal-hal seputar renovasi dan terhadap masalah-masalah yang muncul disekitarnya.  Semacam molor waktu dari yang dijanjikan akan selesai, tukang salah dengar instruksi sampai harus bongkar keramik, tukang satu hari absen kerja, dll.  "Kok gini sih? kok gitu sih?" keluhan saya pada suami setelah melihat hasil kerja para tukang. Padahal suami juga sama-sama bingung dan kecewa. Keluhan saya tadi salah sasaran sebab kami berdua merasa sebagai korban.  Suasana di rumah langsung berubah ngga nyaman, antara kesal marah kecewa.  Ngga mau perasaan negatif ini berlarut-larut, saya dan suami berdiskusi panjang lebar menyusun strategi sisa proyek renovasi ini alih-alih saling menyesali dan menyalahkan keadaan.

Yap, satu episode pelajaran berharga dalam hidup berumahtangga baru saja saya lalui. Dan selalu ada hikmah berharga untuk saya resapi.  Misal supaya saya jadi lebih sabar menghadapi keadaan diluar harapan saya, berusaha berempati di posisi orang lain, berpikir positif pada keadaan terjelek sekalipun, dan lebih bersyukur atas rezeki dari Tuhan.  InsyaAllah sekarang saya jadi lebih siap ketemu sama si renovasi. *dandan cantik*ehh*

Hmm, nanti kalau sudah jadi dapur barunya saya posting ke blog deh.