Minggu, 23 Agustus 2015

Inside Out: Film yang 'Menyentuh' sisi Emosional

Inside Out
(Sumber gambar: Smeaker.com)

Judul Film: Inside Out
Segmen: Remaja
Durasi: 101 menit
Produksi: Disney Pixar
Tayang: 19 Agustus 2015 (Indonesia)


Setelah meraih kesuksesan dengan film UP, Disney Pixar meluncurkan lagi film unggulan mereka Inside Out. Berawal dari cerita lahirnya seorang anak perempuan bernama Riley Andersen. Seiring kelahiran Riley, muncul juga karakter emosi dalam diri Riley yaitu Joy si karakter senang. Karena kehadiran Joy lah, Riley bisa tertawa dan bahagia. 

Namun Joy tidak sendiri, muncul lagi makhluk biru pendek berkacamata bernama Sadness, si emosi kesedihan. Lalu muncul karakter lainnya yaitu Anger (memastikan Riley dapat keadilan) , Fear (takut) dan Disgust (waspada terhadap hal-hal hijau). 

Kelima tokoh tersebut ada di dalam kepala Riley, di pusat pengendali. Sebuah ruangan komando, mengatur semua kegiatan Riley dari bangun tidur sampai tidur lagi. 

Gambaran karakter Riley adalah anak periang, hobi main ice skeating dan punya tim hoki, dia anak yang jujur, bersahabat dan memiliki ikatan yang kuat dengan orang tuanya. Hari-hari Riley berjalan dengan indah, namun sampai pada suatu hari Ayah dan Ibunya memutuskan pindah rumah ke San Fransisco.

Di rumah baru ini sangat berbeda kondisinya dengan rumah yang dulu. Lebih jelek, berantakan, dan jauh dari bayangan rumah yang nyaman. Keadaan ini diperparah saat barang-barang mereka terlambat tiba di rumah baru. 

Kemudian Joy dan kawan-kawan kebingungan, harus bereaksi seperti apa pada situasi yang tidak diharapkan tersebut. Sebagai emosi paling dominan, Joy berusaha membuat situasi buruk jadi lebih menyenangkan. Semua bisa diatasi sampai Sadness mengacaukan semuanya. 

Lalu konflik muncul, saat Joy dan Sadness terlempar dari pusat komando karena ulah Sadness. Hingga yang mengendalikan Riley adalah Fear, Anger, dan Disgust. Mereka semakin membuat keadaan Riley jadi kacau. Di tempat lain, Joy dan Sadness putus asa menemukan jalan pulang. Kemunculan tokoh imajinasi Riley (Bing Bong) saat Joy dan Sadness buntu buat perjalanan mereka lebih seru sekaligus menantang. Ada saja hal-hal yang bisa buat tertawa.

Apa yang terjadi selanjutnya? Bagaimana Riley menghadapi hari-harinya? Bisakah Joy dan Sadness kembali ke pusat komando? 

Sebaiknya tonton film ini sampai selesai, hehe.

Mengikuti jalan cerita Inside Out seperti berkaca pada diri sendiri, kita juga memiliki emosi-emosi yang sama. Kadang emosi dalam diri kita seolah 'perang' antara satu sama lain. Menurut saya, film ini berhasil menyentuh dan menghanyutkan perasaan penonton terbawa alur cerita. (Di bagian akhir, saya sampai nangis)

Kesimpulan & Rekomendasi:

  • Lebih pas ditonton anak usia SD ke atas, karena usia tersebut sudah paham emosi dan bisa mendefinisikan emosi yang dirasakan.
  • Ada satu adegan di rumah baru, Ayah mengecup Ibu Riley (kiss) saat ayahnya berpamitan kerja.
  • Moral cerita dalam film Inside Out, versi saya yaitu kita bisa lebih memahami emosi-emosi yang ada dalam diri kita. Emosi tidak ada yang bagus atau jelek, semuanya netral. Bahkan kesedihan (sadness) pun ada gunanya untuk kita bisa berempati terhadap lingkungan di sekitar kita.
  • Kalau saya sih bilang ini film Psikologi banget, iya soalnya banyak istilah pada mata kuliah Psikologi Umum. Seperti Long Term Memori (ingatan jangka panjang), REM (rapid eye movement), Core memory, Personality, dll. Berasa nostalgia jadinya, he-he-he.
  • Mau lebih banyak tahu kata ahli film tentang Inside Out, ada di sini Inside Out Menurut Kritikus Film.

Dari semua tokoh di Inside Out, Sera paling suka Sadness dan Bing Bong. Sementara saya sih si penggembira, Joy. Saya merekomendasikan Film Inside Out, oke buat ditonton bareng keluarga di libur akhir pekan.

6 komentar:

  1. Wah uda beli dvd nya tapi lum ditonton ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo tonton mba.. Dan larutkan dirimu dalam cerita yang menghanyutkan.. *lebay*

      Hapus
  2. mau nonton nih .. di 21 udah ga ada .. mau liat si sadness nya ,.,ngefens sama mahluk biru itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh masa sih mba? Padahal baru aja tanggal 19 kemarin premier nya.. Sama kaya Sera suka Sadness ya, hehe..

      Hapus
  3. Udh liat trailernya sejak film despecable me 2 main dan lsg kepingin. Kalau utk remaja, anak2 SD awal blm boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga agak bingung mba Nancy pas baca segmen film Insiede Out ini utk remaja. Tapi anak2 boleh masuk kok mba.. Malah menurutku anak2 usia SD akan lebih mengerti dibanding Balita atau usia TK..

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Teman-teman :)