Selasa, 05 Mei 2015

My Lime Green Kitchen

   
   Dapur kerajaannya para Emak-emak setuju kan?! Sudah pasti kita mendambakan dapur yang indah dan bisa menunjang semua kegiatan menjamu makan anggota keluarga.  Saya juga begitu. Walaupun belum jago masak, pengen sekali punya dapur indah di rumah.

   Ini update posting dua tahun lalu yang penuh dengan drama rempong si mameh jadi mandor.  Mudah-mudahan berguna buat yang mau mempercantik dapurnya.  Sejarahnya kira-kira begini, awalnya saya cuma pengen nutupin bagian bawah meja dapur yang bolong.  Tabung gas, perabotan piring, panci, tempat bumbu dapur, keresek, dus blender dan juicer semua teronggok disana. Saya terganggu banget kalau liat pemandangan daerah bawah situ.  Rumah kami punya konsep 'blang blong' alias dari depan bisa langsung blong nembus ke bagian belakang.  Ngga pakai partisi sama sekali jadi dari ruang tamu keliatan jelas perabotan dapur yang tumpuk menumpuk.  Begini nih penampakannya.

Tuh.. keliatan deh daleman dapur Mameh Sera. Ayo sebutkan apa sajakah itu???

   Bulan demi bulan, saya masih merasa pemandangan itu ganggu sekali.  Selain ngga sedap dipandang mata, saya sering kesusahan ngambil barang karena perabotan berantakan nyempil sana sini.  Maklum selain belum ada lemari saya bukan termasuk orang yang rapih. *toyor kepala*   Lama-lama saya ngga kuat, sampai pada akhirnya bilang ke suami pengen penutup dapur yang simpel.  Suami setuju dan kami lanjutkan diskusi pakai penutup sederhana semacam papan triplek.  Saya senang karena respon positif suami tentang renovasi ini.  Saya ngga berharap banyak waktu itu, cukup lah menyembunyikan bagian berantakan itu.  Namun diskusi kami berikutnya berubah jadi kitchen set minimalis.  Wah, saya tambah sumringah bukan main, walaupun maksud kitchen set kami bukan seperti Metri*. Hmm, mungkin suatu hari nanti.  (Aminin ya!  Hehe)

   Mengingat dana bikin kitchen set ngga cukup satu juta-an, jadi harus berpikir ekstra kira-kira model seperti apa yang sesuai dengan budget kami.  Saya dan suami sepakat kitchen set ini angkanya berkisar di 5-7 jutaan.  Kemudian ngga disangka-sangka lagi, besoknya suami ada perubahan rencana lagi nih, cerita renovasi ini jadi merembet ke bobol pintu samping.  Ngga terbayangkan sebelumnya jadi renovasi besar karena harus bongkar rumah segala.  Tapi sebetulnya berdasarkan analisis kebutuhan, pintu samping berada prioritas utama sebab rumah kami selama ini cuma punya satu akses pintu depan saja. Mudah-mudahan dana di tabungan kami Allah cukupkan. InsyaAllah.


   Tugas saya sekarang memikirkan gimana konsep dapur impian saya. Yeay, bahagianya.. Hehe.  Ini gambar dapur impian saya dari Mbah Gugel, nuansanya harus Lime Green.  Sama dengan tema warna rumah kami, Lime Green.  Bukan hijau tua atau muda tapi  Lime Green seperti hijau jeruk nipis.  Ini dia contoh konsep dapur impian saya.










Dapur ini merombak dan bangun dari awal lagi, makanya saya buat daftar rancangan dapur baru berdasarkan analisis kebutuhan dan fungsional seperti di bawah ini:
  1. Area dapur harus memudahkan alur proses memasak yaitu pencucian bahan makanan - potong - dan terakhir masak. Dengan ukuran dapur mungil yaitu 3,5 x2 meter, saya pilih model 'Single Line' yaitu berupa garis lurus.  Urutannya yaitu paling kiri rencananya tempat dispenser, kulkas, kompor, dan paling kanan tempat cucian piring.
  2. Kitchen sink saya pilih yang dua lubang, supaya dua-duanya bisa digunakan berbarengan.  Piring dan gelas kotor disabuni di bagian kiri kemudian dibilas di kanan, atau sebaliknya.  Oh iya, saya dapat harga kitchen sink double ngga lebih dari 500 ribu rupiah merknya Tidy di Mitra 10.  Kalau dibandingkan dengan merek lainnya bisa jauh diatas itu.  Perbedaannya tentu di bahan dasarnya, kalau yang saya pilih lebih tipis dan jauh lebih ekonomis mis mis.
  3. Di meja dapur tersebut rencananya saya mau pakai buat menyimpan magic jar jadi saya butuh stop kontak sebagai sumber listriknya.  Rencana dibuat di tengah dinding.
  4. Oh iya, untuk bagian dindingnya (backsplash) saya pilih bahan keramik supaya mudah dibersihkan.  Kalau masalah pemilihan warna saya maunya lime green (teteup) dan setelah berkeliling di tiga toko bangunan daerah Serpong akhirnya saya menemukannya di Depo Bangunan BSD.  Eureka! 
  5. Terakhir, berhubung storage alias tempat penyimpanan kalau dapur dengan bentuk single line terbatas. Saya putar otak mengakali menambah area penyimpanan.  Pilihan saya yaitu dapur saya nanti ditambahkan mini bar.   Bukan untuk gaya-gayaan loh, tapi meja di mini bar itu nantinya akan banyak laci yang berfungsi menyimpan barang.  Selain itu, desain dapur+mini bar ini cocok dipakai di apartemen karena ringkas dan fungsional.
Singkat cerita bobol sana sini dapur di rombak dan ini hasil dapur setengah jadi nya.









Berikut ini tahapan teknis pembuatan kitchen set:
   Pertama kami ukur dapur yang ada.  Bentuk dapur keinginan kami single line dengan panjang 2,5 m dan lebar  70 cm.  Setelah itu kami browsing harga umum untuk bikin kitchen set berapa.  Lalu kami dapatkan dari website di internet harganya sekitar 1,6-2jt per meter lari.  Maksudnya kalau panjang meja dapurnya nanggung 2,3 meter tetep dihitung jadi 3 meter (dibawa lari ke 3 meter).

   Lalu kami cari tempat buat kitchen set di sekitar rumah daerah Bintaro Sektor 9 menuju ke arah Graha Raya.  Kami menemukan sepanjang jalan itu ada beberapa toko kitchen set.  Toko pertama yang kami masuki menawarkan harga permeter 1,6 juta atas dan 1,6 juta bawah.  Sementara toko yang kedua bisa nego jadi 1,4 bawah dan 1,6 atas.    Lalu kami putuskan pilih toko kedua saja karena lebih murah. Namanya tokonya Anggun Kitchen Set.  

Setelah menghubungi nomor kontak person Anggun, lalu seseorang datang kerumah kami untuk survei dapurnya bernama Pak Joko. Kemudian tawar menawar harga.  Setelah disepakati harganya, dia akan kembali untuk menunjukkan hasil desain dapur.
Rincian kasar biaya pembuatan kitchen set:
A. Bawah: 3 Meter dikali 1,4 juta jadi 3,4 juta
B. Atas: 4 Meter dikali 1,6 jadi 4,6 juta
C. Mini Bar: 2 Meter dikali 1,6 juta jadi 3,6 juta. 
Total A+B+C=9,6 juta

Bahan kitchen setnya dibuat dari Taco HPL dan bahan ini umum digunakan untuk kitchen set dan berbagai furniture lainnya.  Dengan masa usia pakai sekitar 5-8 tahun.

Hari yang ditentukan tiba.  Pak Joko datang menunjkan gambar desain yang dijanjikan.  Dari desainnya cukup segar, dengan perpaduan warna lime green dan putih.  Setelah deal semua kami harus mentransfer 70% dari semua total biaya kitchen set dan melunasi sisanya saat semua sudah terpasang.  Semua material dibuat di workshop mereka daerah Pamulang-Ciputat dan butuh waktu pengerjaan sekitar 2 minggu-an.  Namun pada kenyataannya kami menunggu kurang lebih satu bulan karena waktu itu musim hujan.  

Waktunya pemasangan, ternyata begitu datang lemarinya berupa potongan-potongan yang belum disatukan.  Di rumah tim Anggun Kitchen Set merakit bagian-bagiannya satu persatu.  Mereka memotong, merakit, memasang dan menghaluskan bagian-bagiannya.  Butuh waktu seharian ternyata untuk proses pemasangan ini.

Enam jam berlalu... Tarraa! Jadilah Kitchen set+mini bar Lime Green Mameh. 





   Dilihat sekilas, tampak catchy dan segar ya dapur baru kami.  Tapi jika dilihat lebih dekat lagi, detail-detail di bagian dalam dan sudut masih kurang rapi.  Sambungannya pun masih Nampak.  Untuk dua fungsi dapur dan minibar dengan harga diatas tadi, kami cukup puas.   Jadi sekarang saya punya mini bar sekaligus sekat pemisah antara ruang makan dan dapur.  

   Anyway, inilah dapur hijau kami.  Buat yang tertarik untuk merenovasi dapur atau buat kitchen set jangan lupa survey dulu ya. Cari yang sesuai budget dan kalau bisa dapet banyak bonus. Hehe. Ngga kalah penting juga, cari dulu referensi dapur impian di majalah atau googling. Semoga info ini membantu ya. Mari masaaaaakkk!

12 komentar:

  1. Suka suka.. warnanya seger jadi betah didapur heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan naikin mood masak mba.. Hihi...^^

      Hapus
  2. Kompornya jd kompor tanam ya..

    BalasHapus
  3. wah, dapur mameh sera ini juga dapur impian saya, dari dulu mimpi punya dapur lime green tapi sayang belum kesampaian. :(

    BalasHapus
  4. Klo gituu dateng aja yaa ke blog kami juga di jamin kok ga mengecewakan
    http://superkicthenset.blogspot.co.id/2016/03/kitchen-minimalis.html?m=1

    BalasHapus
  5. Kitchen setnya bagus mom...
    Ternyata cara hitungnya beda2 juga.

    BalasHapus
  6. Bagus mbak kitchen set nya, kesannya modern dan elegan. Kalo mau lihat2 artikel saya jg bisa mbak, cukup klik saja link nya :)

    BalasHapus
  7. Makasih mbak Gina artikelnya membantu sekali :D

    BalasHapus
  8. Wah diskonnya lumayan sekali y mbak ghina..bagaimana cara negonya itu? Ada spek yg dikurangi atau gak mba? Sya sdg mencari2 kitchen set juga nih, hihi salam kenal saya ipeh di serpong

    BalasHapus
  9. Mom... mau tanya dunk itu sink double bowl-nya merk apa trus dapet harga brp?





    BalasHapus
  10. waaa i like it. makasih mbak cerita yang juga menginspirasi ini. kucontek boleh mbak untuk desain dapurku dirumah hehehe

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Teman-teman :)