Senin, 11 November 2013

[Review] Mamomics: Catatan Emak-emak dalam Komik

Bukan Emak-emak super namanya kalau ngga kreatif. Nih, buktinya di sela-sela aktivitas rumahtangga para Emak super nan kreatif ini masih sempet bikin komik. Hebatnya, lagi Emak-emak jago gambar disini membukukan komik yang mereka buat sehingga jadi sesuatu yang baru di dunia per-komik-an nasional dan akan sangat fenomenal! (Si Mameh lebay) 


Sebagai penggemar komik serial cantik sekaligus punya hobi bikin komik juga, saya happy banget dikasih buku ini sama suami. Katanya sih supaya memotivasi gambar lagi. Heuheu. 

Mamomics ini berisikan curhatan pengalaman sehari-hari para Emak, seputar pengasuhan, rumah, dan cerita lucu bersama buah hati mereka semuanya dalam bentuk strip. Sensasi bacanya mirip seperti kita baca komik strip jepang, namun tetap bernuansa Indonesia. 

Tentang cerita di dalam Mamomics berdasarkan pengalaman saya sih bisa bikin ketawa, terharu, cekikikan bahkan sampai nyeletuk, "Ih, gue banget nih!" Maklum karena semua yang ada disini tentang aksi di kancah dunia para Emak. 

Penasaran mau intip dalemnya ngga?! Ini dia cuplikan Mamomics...






Ada 4 Emak dan 1 Emak wannabe yang menceritakan kisahnya di Mamomics. Mereka adalah Ani, Dyndy, Dio, Harlia, dan Lia. Mereka berteman di dunia maya (facebook) dan sesekali curhat dalam bentuk komik. Kemudian komik-komik tersebut dibuat akun khusus supaya lebih mudah dibagikan. Mereka ingin menularkan hobi gambar ini ke Emak lainnya sambil berpesan ngga usah khawatir dengan kualitas gambar. Gitu katanya Mak, menurut bagian akhir Mamomics ini. 

Ada salah satu cerita favorit saya waktu Mak Dio menggambarkan tingkah putra kembarnya Magi dan Aji.  Ada-ada saja kelakuan lucu mereka yang berebutan ingin ini dan itu sementara Mamanya pusing.  Kisah ini semakin seru karena kita bisa lihat ekspresi mereka dalam bentuk gambar yang lucu.

Beneran Mak, Mamomics bisa bikin terhibur diantara rutinitas kita. Lagi jengkel sama anak, kerjaan rumah ga beres-beres, bisnis lesu, masakan gosong, tinggalin itu semua baca ini dulu.  Seolah-olah Mamomics ini mau bilang, "Kita ngga sendirian lho!" So, buruan towel suami Mak, beliin buku ini. 

*bukanpromosilohyaa*
Mameh, with love.

Kamis, 07 November 2013

Yuk, Kita Tiru Semangat Tae Ho.

   Kita bisa bilang anak ini tak sempurna, kurang beruntung, dan bernasib tragis. Seorang anak berkebangsaan Korea,Tae Ho, hidup tanpa dua tangan, dua kaki tumbuh tak sempurna, dibuang ibu yang telah melahirkannya, serta sakit-sakitan. Bila kita bayangkan, betapa hidup anak ini akan menderita di masa yang akan datang dengan kondisi tidak sempurna seperti demikian.

   Namun di video ini, kita bisa menepis bayangan kesedihan atas nasib tragis Tae Ho.  Dalam kesehariannya, Tae Ho kecil berjuang hidup seperti anak normal lainnya, makan sendiri, pakai baju sendiri, bermain, bernyanyi, dan bersekolah.  Dia berjuang keras mempelajari hidup mandiri setiap waktu tanpa ratapan, rengekan, keluhan dan tangisan.  Bahkan, Tae Ho hampir selalu menebar senyum dan menunjukkan semangat hidup yang tinggi.  

   Karena keceriaan dan senyum semangat yang terpancar dari wajah Tae Ho itulah, saya tidak pernah bosan melihat video ini berulang-ulang.  Sera (2 tahun) ketagihan nonton Tae Ho juga nih.  Semoga kita bisa tertular virus semangat Tae Ho, serta selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dalam kondisi apapun.  Tetap semangaat seperti Tae Ho!



Random Story #1

Ini tentang kicauan pagi hari di ruang tamu, Mameh Bebeh lagi ngobrol topik hot yaitu seputar poligami. Usut punya usut salah satu pelaku poligami itu ada di sekitar kami. Saya jadi ikutan pengen cerita malah jadi begini nasibnya..


M : (sambil ngupas apel) 
     "Jadi Beb, Ibu X itu istri kedua. Dan kata Mbaknya sih, istri pertamanya belum tahu, mungkin suatu hari nanti bakal didatengin tuh.. Bisa-bisa ribut nanti.." 

B : "Oh gitu.."
 (Muka datar sambil main gadget)

M : "Nanti Bebeh jangan kaya' gitu ya.."
 (Saya berharap Bebeh menyangkal dan bilang kalau dia bakal setia sampai maut memisahkan *tsaaah)

B : "Ngga atuh, kalau Bebeh nanti mau bilang dulu.."
(Masih mainin gadgetnya)

M : (Glek!!! Jawaban Bebeh malah mancing2. Yaudah saya tantangin lagi aja)
      "Nah, gitu dong. Bilang dulu ya siapa tahu Mameh bisa cariin yang cocok."

B : "Iya iya iya bener!"
 (Angguk-angguk semangat 45)

M : "Beb, ini liat Mameh lagi kupas apel nih, pegang pisau nih..."

B : ..... 

Tampaknya obrolan pagi ini salah tema -_-"

Rabu, 23 Oktober 2013

Sera, Gajah dan Kebun Binatang.

   Gajah, si binatang berbelalai panjang dan badannya besar adalah hewan super-favoritnya Sera.  Setiap ada gambar gajah, dia berseru, "Gajah!" pun ketika milih mainan, buku, dan tontonan.  Bahkan sejak usia 8 bulan saat dia bisa mengucapkan dua suku kata, sudah bisa mengucapkan kata Gajah.  Ckckck.  Sinar mata Sera berbinar-binar saat saya atau Bebeh menanyakan, 'Kakak suka hewan apa?' Pastinya si hewan dari benua Afrika ini selalu disebutnya berulang-ulang.

   Pertemuan pertama Sera dengan gajah waktu dia berusia 13 bulan di Secret Zoo Batu Malang. Kebetulan kami sedang main ke kampung halaman Opa nya di Sidoarjo, nah kesempatan itu ngga kami sia-siakan untuk main sambil mengenalkan Sera ke hewan kesayangannya si Gajah.

   "Keren banget Secret Zoo ini!" Pekik saya dalam hati.  Lokasinya tepat di kawasan wisata Batu Malang dekat dengan Jatim Park I dan II dan saya dibuat kagum banget sama penataan kebun binatang yang rapi, atraktif, dan super luas ini.






Ini dia foto Sera dan Gajah di usia 13 Bulan


   Hampir satu tahun kemudian, saya pikir sudah saatnya Sera harus ketemu lagi dengan si Gajah.  Nah, tepat di usia dia 24 bulan, sambil merayakan momen ulang tahun kedua Sera, kami ajak ke Kebun Binatang Bandung (KBB).

   Pemandangan yang kami dapatkan di KBB berbeda dengan Secret Zoo. Susah diungkapkan, pokoknya begitu sampai di sini hati saya jadi iba sekaligus miris melihat kondisi yang ada.  Langsung dilihat saja ya penampakannya, saya cari tisu dulu. Hiks.
















Akhirnya, Sera ketemu lagi sama si Gajah.. "Pawooooo......"



   Sungguh disayangkan ya, kondisi Kebun Binatang Bandung ini tampak tidak terawat baik infrastruktur dan hewan di dalamnya.  Sampah, rumput liar, jalan setapak rusak, becek dan udara kurang sedap dihirup.  Gajah nampak kurus, burung Kakak Tua bulunya rontok, beruang madu nampak kelaparan mengais-ais kacang dari pengunjung.  Aah.  Entah rasanya saya harus menyalahkan siapa melihat keadaan disini, yang jelas seharusnya KBB ini jadi aset wisata kota Bandung. Sebab, lokasinya di tengah kota tepatnya di kawasan Dago sangat strategis dengan lokasi kuliner dan wisata lainnya.

Soalnya banyak manfaat kita berkunjung ke Kebun Binatang tentunya ini versi Mameh Sera;
- belajar tentang jenis fauna dari berbagai penjuru dunia
- mengenal flora dan pohon-pohonan
- melihat kebesaran Tuhan melalui ciptaan-Nya
- alternatif wisata sehat murah meriah
- mengasah kecerdasan natural anak
- masih banyak lagi yang lain..

Hmm... Walaupun harga tiket masuk kesini 20.000 rupiah, yang menurut saya terhitung cukup murah. Namun jika kita tidak bisa betah berlama-lama dan menikmati pemandangan di dalamnya rasanya kurang puas.  Kira-kira ide apa yang bisa dilakukan ya? Anyone??  

Senin, 07 Oktober 2013

Review: Salon Anak di Bintaro.

Hay.. Selamat hari Senin Maks.. Mameh Sera buat review salon anak-anak nih.  Ini cerita Sera potong rambut di dua tempat berbeda daerah Bintaro.  Ditujukan khususnya untuk para Emak yang bingung mau cari salon anak dimana sekitar kawasan sini, mari disimak.  

Kiddy Cutz Salon
Sekitar 6 bulan lalu, saya bawa Sera potong rambut ke Kiddy Cutz Salon di Lotte Mall Bintaro.  Lokasi mallnya di kawasan strategis dan ramai dekat ruko perkantoran di sektor 7. Kiddy Cutz salon konsepnya salon anak dengan nuansa ceria dan penuh permainan khas anak.  Nuansa warna warni ceria dominan kuning dan biru dengan tempelan batu metalik warna warni.  

Si anak didudukkan di mobil-mobilan, atau motor-motoran yang bisa diputar kesana kemari.  Persis depan mobil-mobilan itu ada layar tv kecil yang memutar dvd film anak seperti Cars, Barney, Barbie, dll.  Suasana kaya arena bermain ini pasti bikin anak ngga akan bosen harus duduk lama-lama sambil rambutnya dipotong tante dan om disana.  Satu anak didampingi satu yang motong rambut dan asisten. Di Kiddy Cutz Lotte Mart Bintaro saat itu ada dua kapster, laki dan perempuan.   Sementara asistennya sekitar 3 orang.  Mama papa yang nungguin anak disediakan beberapa kursi dekat pintu masuk. 

Deg-degan juga nih soalnya ini pertama kali Sera dipotong rambut.  Kira-kira reaksi Sera gimana ya? Nangis? Berontak? Minta pulang?  Sebab anak usia kurang dari dua tahun belum bisa diam.  Kami sudah menunggu sekitar satu jam dan untungnya lokasi salon ini di mall jadi bisa keliling dulu jalan-jalan.  Yah kami datang pas hari Sabtu jadi pasti banyak orangtua seperti kami yang memang punya waktu di akhir pekan.
Oke, giliran Sera sekarang.  Pertama dia disuruh milih mau duduk di mana, dia minta duduk di mobil warna merah menyala.  Lalu, tantenya menyalakan video Barney kesukaan Sera.  Saat itu dia tampak nyaman dengan suasana disana, melihat sekeliling dan asyik nonton.  Pas dipakein jaket pelindung rambut dia diem lalu rambutnya disemprot air juga diem anteng.  Manis banget deh.  Tante salonnya jadi lebih cepet gunting rambut Sera sambil ngajak ngobrol tentang Barney.  Ngga sampai 15 menit selesai.  Tante nya sampai muji,” Wah anak ibu anteng ya, jarang loh yang begini.”  Hehe siapa dulu dong Mamehnya.  Beres dipotong, tantenya minta Sera pilih hadiah.  Wah, ternyata ada bonusnya lagi buat si anak. Dia pilih mainan masak-masakan dari plastik. 

Kesimpulan menurut saya, tempat potong rambut yang meraih banyak penghargaan dan banyak cabang di seluruh Indonesia ini cukup bagus dari sisi fasilitas dan pelayanan ke anaknya juga ramah.  Apalagi saya lihat untuk anak yang butuh kesabaran ekstra, mereka cukup telaten. Fasilitas lain di Kiddy Cutz ada potong rambut untuk papa mama dan bisa make up anak.  Potong rambut disini bisa buat dua kali dateng di salon langganan Mameh nih.  Harganya Rp.95,000 masih dalam masa promo si saat itu. Sebagai perbandingan harga, sempat survey kalau di Kiddy Cutz Istana Plaza Bandung Rp.110,000. 







Snippet Junior Salon
Oke next, sekarang saya mau coba salon alternatif di tempat lain masih kawasan Bintaro.  Kali ini saya cari salon anak dekat kompleks Ruko 9 Walk Bintaro Sektor 9 seberang Mc.D.  Namanya Snippet Junior Salon & Spa di Jalan Maleo Raya JA.2 no.8.  Tempatnya di pinggir jalan  dan Snippet Junior Salon berdampingan sama Toko Perlengkapan Anak.  Untuk parkir mobil masuk satu mobil di depan salon tapi bisa juga di pinggir jalan. 

Kebetulan saat itu kosong jadi Sera bisa langsung dilayani.  Jumlah kursi duduk untuk anaknya ada dua buah bentuk mobil-mobilan.  Kebayang kan kalau kliennya banyak pasti ngantrinya cukup lama nih.  Sekilas, konsepnya mirip di Kiddy Cutz dengan mainan dan tv untuk nonton anak sementara disini dekorasinya bernuansa biru bertebaran gambar hewan di dindingnya. 

Sera langsung duduk di mobil-mobilan sebelah kanan dekat pintu masuk.  Tantenya mulai beraksi menutupi baju sera dengan pelindung rambut dan menyetel dvd Barney.  Bagi Mama Papa yang nungguin ada kursi warna warni kecil di sebelah kiri pintu masuk.  Juga meja dengan beragam mainan anak dan rak buku. 

Oh iya, kalau disini tante potong rambutnya sendirian ngga ditemenin asisten.  Sera mulai dipotong poninya, dan dirapikan bagian belakang.  Sama seperti di Kiddy Cuts dulu, dia anteng banget jadi cepet selesai.  Tapi begitu rambut sera mau dikeringkan hairdryer, dia menolak ngga mau.   Sama seperti Kiddy Cutz, disini juga setelah selesai langsung ditawari ambil hadiah dan sera ambil mainan lilin.  Setelah semua selesai, langsung bayar deh di kasir. 

Kesimpulan menurut saya, secara umum pelayanan dan fasilitas cukup bagus.  Cuma ada kurangnya nih, tantenya kurang ramah menurut saya misalnya ngga ada komunikasi dengan si anak. Sebaiknya salon dengan konsep anak harus menyertakan pelayanan yang ramah anak.   Minimal menyapa si anak dan menanyakan namanya.  Mbak kasirnya pun sepertinya lagi mahal nih senyumnya.  Tapi, disini saya bisa lebih hemat 35 ribu rupiah dibandingkan Kiddy Cutz.  Harga potong rambut anak Rp. 60,000.  Ditambah ada bonus sampo anak kalau update status di twitter atau fb begini nih, “Nganterin kaka gunting rambut di Snippet Salon Bintaro.”  Seru ya, lebih ekonomis dapet hadiah pula. Hehe. 







Sejauh ini Mameh baru menemukan dua salon ini dan ngga menutup kemungkinan Mameh cari lagi sasaran salon anak lainnya.  Semoga infonya membantu ya Maks.