Kamis, 25 Juni 2015

Desy, Please Don't Break My Heart

Hello Happy Readers!

      Izinkan saya cerita tentang Desy, sosok yang pernah buat saya 'patah hati'...  
    

      Suatu hari saya kedatangan tamu kehormatan di halaman rumah.  Sebut saja namanya Desy, gadis cantik berkulit putih yang hampir masuk sekolah dasar.  Anaknya ramah, ceria, aktif dan sopan sekali.  Selalu bilang permisi kalau mau masuk rumah, meminta izin kalau pinjam mainan, selalu bereskan mainan setiap mau pulang, dan dia paling sering bilang terima kasih. Saking seringnya, saya sampai terngiang-ngiang tiap kali Desy pamitan pulang. Suaranya agak serak tapi merdu, "Terimakasih Tante, terimakasih Sera..." terus berulang-ulang, sambil jalan kaki menuju rumahnya.  What a sweet baby.


     Bersama mbaknya Desy suka jalan sore hari sekitar rumah. Kadang ke taman, kadang hanya main-main di depan halaman rumahnya. Kala itu Desy mampir ke rumah Sera.  Bisa dibilang, Desy teman main Sera dan teman main saya juga.  Desy tidak pernah ragu menyapa saya, ajak saya ngobrol, ajak kami main sama mainannya.  Kalau Desy dan Sera rebutan mainan, dia langsung teriak mengadu, "Tante Ghina, Sera nih nggak mau sharing..." Sera saya kasih pengertian supaya selalu berbagi. Mereka pun langsung baikan.  Hanya dengan Desy, Sera 'gampang' berbagi mainan.  Oh iya, mereka nggak pernah berantem, Desy yang setahun lebih tua dari Sera lebih banyak mengalah. Kalau sudah begini,  saya makin 'jatuh cinta' sama gadis kecil berambut panjang ini. FYI, Sera mengidolakan sosok Desy yang ngemong ini juga lho.

     Desy nggak seperti anak seumurannya yang pernah saya temui. Anak kecil lain lebih cuek dan khas anak-anak kebanyakan yang bebas lepas.  Desy nggak, dia gadis mungil yang punya etika.  Dia juga nggak segan menyapa orang dewasa, temannya atau bahkan mbak-mbak yang kerja di dekat rumah, "Hai tante, hai Sera, hai Embak... " Siapapun akan balas sapa Desy dengan senyuman.

      Waktu itu saya agak terkejut dengan Desy. Tidak seperti biasanya Desy berkomentar diluar bayangan saya.  Seorang anak dengan polos dan lugunya itu bilang kalau mainan yang saya kasih sebagai kado tidak membuatnya surprise. Ini cuplikan percakapan antara saya (S), Desy (D) dan Mbaknya Desy (M).

D:  "Tante, apaan hadiahnya nggak surprise"

       Saya masih nggak ngeh, nggak paham gadis kecil ini bilang apa.

D:   "Kadonya nggak surprise. Lagian nggak bisa diapa-apain."

       Oh saya baru ngeh sekarang, ternyata kado ulang tahunnya yang saya kasih beberapa hari lalu. Dia kurang suka sama kadonya.

S: "Oh gitu ya, Desy... " 

     Saya nggak bisa bilang apa-apa lagi.  Speechless. Belum habis kaget saya, kembali saya dikagetkan sama suara si Mbaknya.

M:   "Desy, nggak boleh bilang gitu. Nggak sopan, tau!" sahutnya ketus.  Lalu ditimpal dengan cerocosnya yang lain, "Kalau dikasih orang itu harusnya bilang terima kasih." 
Mbaknya panik, seperti ikut kesal mendengar Desy bicara yang dia nilai gak sopan itu.
  
Desy hanya diam saja lalu si embaknya terus nimpali, "Kan itu bagus, bisa dimainin!"
Tapi si gadis kecil cuma nyengir-nyengir sambil ngunyah kue.

"Nggak apa-apa" kata saya pelan. Beneran speechless.
**
     Rasanya kaya patah hati.  Iya, soalnya saya mengidolakan Desy dengan semua paket yang dia miliki.  Cantik, pintar, baik, ramah, dan sopan.  Selain itu, saya anggap Desy udah kaya teman sendiri.  Waktu Desy datang ke rumah, lihat saya lagi panggang cupcake dia langsung semangat minta kuenya.  Dan bilang, "Terima kasih, kuenya enak".  Ah, it really made my day! Tiap hari rasanya saya menunggu waktu bisa sekedar ngobrol sehari-hari dan cerita tentang princess atau apa yang dia sukai.  Kita bertiga, saya, Sera dan Desy.

     Tapi gara-gara dia nggak suka kado yang saya kasih, langsung semuanya buyar.  Boleh dibilang saya berlebihan, tapi ini beneran lho saya patah hati.  Beberapa hari sebelum Desy ulang tahun saya tanya dia mau kado ulang tahun apa, terus Desy jawab Princess Cinderella.  Berbekal jawaban itulah saya ke toko mainan X, kebayang senyuman manis kalau dia dapet apa yang dia inginkan.  Pilih-pilih Princess Cinderella, yang mana ya yang dia suka.  Kali ini saya pilih, Cinderella versi anak-anak, ukurannya pas buat dipeluk, bisa dijadiin temen main dan rambutnya bisa disisir.  Saya suka sama mata baby Cinderella ini yang besar dan indah, rambut pirang model ikat poni, dan tubuh mungilnya berbalut dress biru muda.  Pas buat Desy nih, batin saya. Sera dan suami juga udah setuju.  Kali ini saya tutup mata deh liat barcode harga, soalnya pas ada rejekinya juga.  Princess Cinderella dibungkus, dan siap meluncur untuk the birthday girl. 

     Ternyata.....

     Beberapa hari kemudian Desy datang lagi ke rumah, dengan senyuman cerah, sumringah banget.  Dia keliatan bahagiaa sekali, seperti ada pelangi di kedua pelupuk matanya yang jernih.  Saya heran, apa yang membuatnya sebahagia itu ya? Sepertinya dia sedang bawa sesuatu benda, mainan, bentuknya princess.  Ya, Princess Cinderella kesukaannya itu dengan kereta kudanya yang megah.  Desy ajak main Sera mainan barunya, hadiah dari Mommy-nya Desy.  

     Saya masih sedikit patah hati waktu lihat wajahnya cerah ceria.  Ya wajar saja hadiah saya nggak ada apa-apanya, soalnya Princess Cinderella yang ini versi komplit, lengkap dengan aksesoris juga.  Desy makin ceria, dia pun sudah nggak bilang apa-apa lagi soal kado saya yang kemarin.  Saya belum pernah lihat, Desy sebahagia hari itu dengan mainan barunya.
**
     Lama sekali setelah kejadian itu, saya lihat Desy pulang dari taman.  Tampak dari kejauhan Desy memeluk boneka Princess Cinderella berbaju biru muda.  Hey, itu kan hadiah dari saya dan Sera.  Disitu hati saya berbunga-bunga lagi. Berarti dia suka kadonya. 

     Kids are always kids, sesempurna apapun anggapan saya terhadap makhluk mungil bernama anak-anak ini, harus selalu siap. Akan selalu ada 'kejutan' yang mereka bawa.  Kejutan itulah yang membuat hidup semakin berwarna-warni layaknya pelangi setelah mendung dan hujan. 

     Oh, Desy, maybe you broke my heart... For a while.  But still always can make my heart full of daisies with your smiles...

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Teman-teman :)