Selasa, 17 Maret 2015

Fakta dibalik Bungkus Rokok Menyeramkan (Picturial Health Warning)

Dalam Buku Buyology, Rahasia di Balik Keputusan Membeli karangan Martin Lindstorm mencantumkan satu fakta mengejutkan mengenai iklan rokok bergambar menyeramkan. Hasil penelitian Dr. Gemma Calvert menemukan fakta label peringatan bahaya merokok pada samping, depan dan belakang bungkus rokok sama sekali tidak bisa menghilangkan hasrat merokok para perokok

Sedangkan Dr. Calvert adalah ketua bidang aplikasi neuroimaging di University of Warwich, Inggris sekaligus penggagas Neurosense di Oxford. Pada saat penelitian beliau menggunakan alat scan otak tercanggih di dunia, yaitu FMRI & SST (Steady State Typhography).

Sukarelawan yang diteliti terdiri dari pria dan wanita perokok yang sebelumnya dilakukan wawancara oleh Dr. Calvert. Mereka ditanya tentang tiga hal, yaitu:
1. Bahaya rokok
2. Gambar menyeramkan pada bungkus rokok
3. Apakah mereka mau berhenti merokok?

Kemudian sukarelawan tersebut dipakaikan alat pada kepalanya semacam topi yang bisa mendeteksi reaksi otak.  Pada tangan kanannya terdapat tombol, apabila mereka melihat gambar tertentu maka dia harus merespon dengan menekan tombol tersebut.

Hasil penelitian menurut Dr. Calvert, sukarelawan tersebut tidak bisa menahan hasrat merokok walaupun ditunjukkan gambar-gambar menyeramkan tentang bahaya rokok. Yang terjadi sebenarnya adalah kata-kata atau gambar tersebut merangsang daerah di otak perokok yang dinamakan nucleus accumbens (titik ketagihan).  Efek ketagihan ini sama seperti alkohol, rokok, narkotika, judi dan seks.

Pada saat terangsang, nucleus accumbens membutuhkan dosis yang semakin tinggi untuk memenuhi kebutuhannnya.

Para perokok tersebut pada saat dilakukan wawancara menjawab mengetahui bahaya rokok, dan keinginan berhenti merokok.  Namun hal tersebut rupanya hanya jawaban normatif saja karena pada saat gambar-gambar mengenai rokok bahkan gambar menyeramkan menunjukkan reaksi ketagihan.

Namun begitu peringatan bahaya merokok dalam bungkus rokok tersebar di berbagai negara-negara di dunia. Indonesia, menyusul Kanada, Thailand, Australia, Brazil dan Inggris telah memasang gambar foto berwarna tumor paru-paru, luka terbuka kanker mulut, dan lain-lain.

Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 109 tahun 2012 untuk memasang gambar menyeramkan (picturial health warning).  Dukungan pemasangan gambar menyeramkan juga datang dari Tulus Abdi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Dalam kegiatan wawancara dengan Liputan 6 mengungkapkan hal ini ditujukan  konsumen khususnya perokok dan non perokok agar lebih memikirkan dampak buruk akibat merokok.

Berikut ini contoh gambar menyeramkan pada bungkus rokok.


sumber

Apakah foto-foto tersebut bisa membuat perokok berhenti merokok?

Menurut fakta Dr. Calvert, tidak. 

Jawaban beliau yang terjadi malah sebaliknya.  Karena gambar tersebut juga merangsang nucleus accumbens aktif maka mengakibatkan perokok tak bisa menghentikan kecanduannya.  Disadari atau tidak, hal ini justru menjadi alat pemasaran mematikan oleh industri rokok.

Menurut WHO pada tahun 2008, Indonesia berada di urutan ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia, setelah Cina dan India. Prevalensi perokok usia di atas 15 tahun di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 34,7%, dan diperkirakan 190.260 orang meninggal dunia akibat penyakit terkait rokok. (Sumber: SWA.co.id

Sebaiknya cara seperti apa mengurangi kebiasaan merokok ya?
Bagaimana pendapat teman-teman?

8 komentar:

  1. menurut saya sih mengurangi produksi dari rokok dulu, terus mengurangi pabrik rokok. otomatis kan gak ada yg jual rokok. dan perokokpun berkurang.

    tapi kalo pabrik rokok ditutup terus buruh pabriknya kerja apa. nah itu bikin bingung. hahaha

    salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Vebri Cacing.. Nah biar buruh pabriknya kerja, mas Vebri jadi pengusaha trus rekrut deh mereka.. tul ga? Hehe..

      Hapus
  2. bener nih mbak, bungkus dengan gambar serem ga bisa buat perokok berenti gitu aja, saya gitu sebagai perokok.
    Menurut saya harganya harus di mahalin nih, biar saya mikir" buat belinya, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waini, testimoni langsung dari Mas Erdi.. Bener kan, ga ngaruh tuh gambar seremnya..
      Setuju ama naikin harga rokok, setidaknya bikin mikir dan harus mengalokasikan buat belinya.. biar adik2 di SD n SMP ga bisa gampang belinya juga... Nice share....

      Hapus
  3. Gue paling anti banget sama yang namanya rokok dan sejenisnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jenis langka ini... Cowok yang anti rokok berarti anti mainstream.. Hehe.. Thanks udah mampir mas Fikri... :)

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. parah... Jadi sebenernya pacar pertamanya rokok dong... Thanks udah mampir mas Wiso Geni...

      Hapus

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Teman-teman :)